Rabu, 05 Juli 2017

Puisi Haiku



Haiku adalah Puisi Pendek Kuno yang populer pada zamannya

Haiku muncul di akhir era Muromachi, dan berkembang saat memasuki zaman Kinsei (disebut juga zaman Pra Modern)

Periode ini dimulai pada Tahun 1602, sejak Shogun Tokugawa Ieyasu sebagai Pemegang Kepemerintahan Jepang


Alur Puisi
Bait kesatu 5 kata, Bait kedua 7 kata, Bait ketiga 5 kata

Puisi umumnya pendek dan menggunakan bahasa sensorik untuk menangkap perasaan atau gambar

Inspirasinya bisa didapat dari alam, momen, atau pengalaman


Hari ini Aku membuatnya satu, untuk bahan posting ke Blog kesayanganku

Puisi yang kubuat ini masih belum ikut aturan baku Haiku
Aslinya 5+7+5= 17 Suara (Kata)


Bukan Kendala bagiku

Aku tidak ingin hanya sebagai Penonton !

Tetapi ikut larut dipusaran arus Haiku Tanah Airku, Indonesia Raya







Aku dan 156


(1)

156
Dimata Awam
Multi Tafsir


(2)

156
Dimataku
15 Juni,
Ulang Tahun Isteriku


(3)

156
Dimata Hukum
Berujung Kurungan


(4)

156
Dimata Penuntut Umum
156 Atau 156a


(5)

156
Dimata Hakim
Tok, 156a


(6)

156
Dimata Pemerintah
Kami Tidak Intervensi Hukum



Wildansari,  Hari ke-5  bulan Juli tahun 2017

Inspirasi,
Ulang Tahun Isteriku
Persidangan Penyalahgunaan/Penodaan Agama